contoh resensi

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas resensi buku kepahlawanan yang berjudul “Sultan Hasanuddin”.
Resensi ini tidak dapat tersusun tanpa bantuan pihak yang bersangkutan. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada :
1. Ibu Puji Lestari, selaku guru Bahasa Indonesia kelas IX.
2. Teman-teman yang turut membantu dalam penyusunan tugas ini.

Resensi ini kami susun untuk melengkapi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX semester satu tahun pelajaran 2012/2013.
Kami menyadari betul bahwa dalam menyusun resensi ini banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dan membantu dalam penyempurnaan resensi ini.

Hormat kami,

Penyusun

Daftar isi

Kata pengantar………………………………………………………………………………………… 1
Daftar isi………………………………………………………………………………………………… 2
A. Pendahuluan……………………………………………………………………………………………. 3
1. Data fisik buku…………………………………………………………………………………….. 3
2. a. Latar belakang………………………………………………………………………………….. 3
b. Tujuan…………………………………………………………………………………………….. 3
B. Pembahasan……………………………………………………………………………………………. 4
1. Sistematika atau organisasi buku……………………………………………………………. 4
2. Ringkasan isi buku………………………………………………………………………………. 4
3. a. Kelebihan………………………………………………………………………………………… 7
b. Kekurangan…………………………………………………………………………………….. 7
C. Penutup…………………………………………………………………………………………………. 8

A. Pendahuluan
1. Data fisik buku
a. Judul : Sultan Hasanuddin
b. Penulis : Sutrisno Kutoyo dan Drs. Mardanas Safwan
c. Penerbit : Penerbit Mutiara Sumber Widya
d. Kota terbit : Jakarta
e. Tebal buku : iv + 52 halaman
f. Jenis kertas : HVS
g. Nomor ISBN : 978-979-9331-14-10

2. a. Latar belakang
Pahlawan adalah mereka yang berkorban untuk tugas dan cita-cita besar Nusa dan Bangsa. Kepahlawanan bukan monopoli seseorang, tetapi merupakan suatu perhiasan watak, yang dapat dimiliki oleh setiap rakyat kita. Seorang pahlawan bersedia berkorban untuk sesuatu tugas besar atau untuk sesuatu cita-cita besar.
Pahlawan sejati tidak minta dipuji jasanya. Akan tetapi, bangsa yang mau menghargai jasa pahlawan-pahlawannyalah dapat menjadi bangsa yang besar.

b. Tujuan
Buku ini disusun dengan tujuan supaya anak-anak didik dan masyarakat dapat mengetahui jasa-jasa Sultan Hasanuddin dan dapat mengenang jasa beliau. Selain itu, pembaca diharapkan bisa meneladani sikap patriotisme para pahlawan.

B. Pembahasan

1. Sistematika atau organisasi buku
Buku yang berjudul Sultan Hasanuddin ini terbagi menjadi tujuh bab. Bab pertama menceritakan bangsa-bangsa barat datang ke Indonesia. Bab kedua menceritakan tentang kerajaan Goa di Sulawesi Selatan. Bab ketiga menceritakan riwayat hidup Sultan Hasanuddin. Bab keempat menceritakan perjuangan Sultan Hasanuddin saat melawan Belanda. Bab kelima menceritakan puncak perlawanan Sultan Hasanuddin. Bab keenam menceritakan akhir perlawanan Sultan Hasanuddin. Dalam bab yag terakhir menceritakan penghargaan terhadap Sultan Hasanuddin.
2. Ringkasan isi buku
Pada tahun 1492 orang- orang Portugis dan menguasai Spanyol mengadakan pelayaran ke Indonesia, Portugis sampai ke Maluku pada tahun 1511 dan dapat menguasai kerajaan Malaka. Baru pada tahun 1521 orang Spanyol pertama kali sampai di Tidore, timbulah pertentangan antara Portugis dan Spanyol Paus kembali turun tangan diadakan perjanjian Saragosa yang mempertegas perjanjian Tordesilas perjanjian ini berisi bahwa Spanyol menarik diri dari Maluku dan berkuasa penuh di Filipina dan Portugis berkuasa penuh di Maluku.Tentara Portugis juga berusaha berkuasa di daerah Indonesia lainnya tahun 1522 orang Portugis diizinkan mendirikan benteng di Sunda Kelapa oleh Pejajaran, belum sempat mendirikan benteng orang Portugis telah di kalahkan oleh Fatahillah (menantu Sultan Demak). Awal tahun 1641 Malaka jatuh ketangan Belanda, pada akhir abad ke-17 orang Belanda muncul sebagai kekuatan yang besar di Indonesia dan kerajaan- kerajaan Islam di Indonesia mengalami kemunduran yang sangat pesat.
Di daerah Sulawesi Selatan terdapat beberapa kerajaan, antara lain kerajaan Goa yang paling berpengaruh besar, pada tahun 1605 Raja Goa yang bernama I Manggarangi memeluk agama Islam dengan gelar Sultan Alaudin dan kerajaan Goa mengalami zaman keemasan pada pemerintahannya (tahun 1593- 1639).Padatahun 1639 Sultan Alaudin wafat dan digantikan oleh putranya yang bernama Sultan Muhammad Said (tahun 1639-1653) setelah Sultan Muhammad Said wafat digantikan oleh putranya yaitu Sultan Hasanuddin, saat itu VOC mulai berkuasa di Indonesia pada tahun 1653.
Sultan Hasanuddin adalah Raja Goa yang ke-16. Ia dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1631. Ayahnya adalah Raja Goa yang ke- 15 dan bernama Sultan Muhammad Said. Ibunya bernama I Sabbe. Ia merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Ketika kecil, Hasanuddin diberi nama I Mallambasi oleh orang tuanya.
Pada usia delapan tahun, I Mallambasi mulai belajar membaca Al Quran. Setelah mulai mengaji, namanya ditukar menjadi Muhammad Bakir. Muhammad Bakir mempunyai otak yang cerdas, kemauan yang keras, pantang mneyerah, tidak sombong dan pemberani. Selain mempelajari pendidikan Agama, ia juga mempelajari pengetahuan umum.
Setelah berumur 15 tahun, Muhammad Bakir tumbuh dewasa. Jiwa pemimpin sudah tampak pada diri Muhammad Bakir. Ia mulai mempelajari cara menunggang kuda, karena waktu itu kuda merupakan alat perhubugan yang penting. Ia juga mempelajari cara mempergunakan senjata, karena seorang raja harus langsung memimpin pasukan untuk menghadapi musuh. Muhammad Bakir juga giat berlatih ilmu perang, seperti melempar lembing, bersilat, dan menggunakan pedang, berlatih berenang menyeberangi selat dan menyelam.
Setelah berumur 20 tahun, Ayah Muhammad Bakir telah menetapkan bahwa Muhammad Bakirlah yang menggantikannya sebagai raja. Muhammad Bakir telah menunjukan bakatnya dalam usaha hubungan antar negara sehingga kerajaan Goa semakin dikenal, hubungan dagang dengan luar negeri juga makin ditingkatkan.
Pada tahun 1963, Sultan Muhammad Said wafat. Pada waktu itu Muhammad Bakir berusia 22 tahun. Pada tahun ini, Muhammad Bakir naik tahta Kerajaan Goa, sebagai raja yang ke-16 dengan gelar Sultan Hasanuddin. Pada saat upacara penobatan raja Goa ke-16 ini juga dilangsingkan pernikahan antara Sultan Hasanuddin dan putri Raja Tallo.
Ketika Kerajaan Goa berada pada puncak kejayaan dan kebesarannya, diangkatlah Sultan Hasanuddin menjadi raja. Pada zaman itu pula kompeni Belanda mulai mengembangkan pengaruhnya di Indonesia dan Belanda ingin menguasai perdagangan di Indonesia. Oleh karena itu, segeralah Sultan Hasanuddin memperkuat pertahanan dalam menghadapi Belanda. Permusuhan dengan Belanda tak dapat dihindarkan karena Sultan Hasanuddin menentang sistem dagang monopoli dari Belanda. Dengan adanya permusuhan ini sering terjadi perselisihan yang menimbulkan banyak korban. Pertempuran mulai berlangsung dari tahun 1660 antara Goa dan Kompeni Belanda. Belanda kemudian mengancam Kerajaan Makassar (Goa) untuk menyerah. Akan tetapi Sultan Hasanuddin menolak ancaman tersebut. Maka dari itu, Belanda harus melakukan tipu daya, sehingga pertahanan pasukan Makassar di Panakukang menjadi lemah. Akhirnya Benteng Panakukang jatuh ke tangan Belanda pada tanggal 12 Juni 1660. Lalu pada tanggal 10 Agstus 1660, Belanda dan Makassar melaksanakan perundingan di Jakarta dan pada tanggal 19 Agustus 1660 dicapai kata sepakat sementara. Akan tetapi perjanjian itu sangat merugikan Kerajaan Goa, sehingga Sultan Hasanuddin menyatakan perang. Akhirnya pada tahun 1667 masing-masing pasukan menyiapkan diri untuk menghadapi peperangan besar.
Dari beberapa pertempuran yang pernah dialami Sultan Hasanudin pertempuran yang terbesar yakni pertempuran memperebutkan benteng Sombaopu (Ibu kota) Kerajaan Goa (Makasar). Dalam menghadapi pertempuran Sultan Hasanudin tidak pernah putus asa, beliau berjuang dengan gagah berani untuk menghadapi armada gabungan dibawah Speelman. Lama-kelamaan Belanda kehabisan tenaga, Belanda ingin berdamai dengan Sultan Hasanudin akan tetapi tidak semua pembesar Makasar menyetujuinya. Akhirnya Sultan Hasanudin menyetujuinya, diadakanlah perjanjian Bugaya.
Dengan adanya perjanjian Bugaya kedaulatan Makasar menjadi hilang. Perjanjian itu merugikan pihak Makasar. Sultan Hasanudin memprotes Belanda akan tetapi tidak ditanggapi oleh Belanda. Terjadilah pertempuran di benteng Sombaopu, dan akhirnya benteng Sombaopu jatuh ketangan Belanda. Pada tanggal 29 Juni 1669 Sultan Hasanudin mengundurkan diri dari pemerintahan. Beliau digantikan putranya Amir Hamzah yang baru berusia 13 tahun dan akhirnya pada tanggal 12 Juni 1670, Sultan Hasanudin wafat dalam usia 39 tahun.
Sesudah Hasanuddin wafat, perlawanan rakyat Makassar berjalan terus. Kekalahan yang terjadi di Makassar disebabkan karena kurangnya persenjataan. Kemenangan Belanda tersebut juga disebabkan bangsa kita belum bersatu. Orang Belanda sendiri mengakui kepahlawanan Sultan Hasanuddin. Orang Belanda juga menghormati Hasanuddin. Mereka memberi gelar kepada Sultan Hasanuddin sebagai Haantje van het Oosten yang berarti Ayam jantan dari Timur. Bangsa Indonesia angkatan kini juga memberikan penghormatan kepada Sultan Hasanuddin. Di kota-kota besar Indonesia terdapat nama Jalan Hasanuddin, Universitas utama di Indonesia bagian timur yang terletak di kota Makassar diberi nama Universitas Hasanuddin. Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan Sultan Hasanuddin sebagai Pahlawan Nasional.
C. Penutup
a. Dari segi fisik, buku yang berjudul “ Sultan Hasanuddin” ini sudah baik, karena sampulnya sudah berwarna dan kertas yang digunakan kertas HVS sehingga ketika kita membaca tulisan terlihat lebih jelas.
b. Dari segi isi, buku ini sudah lengkap data fisiknya, bahasa yang digunakan baku dan mudah dimengerti.
c. Dari segi fisik, buku ini kurang menarik karena gambar-gambar di dalamnya tidak berwarna. Sebaiknya gambar dalam buku ini diberi warna agar lebih menarik.
d. Dari segi isi, pada bab bab tertentu buku ini dominan menceritakan Kerajaan Goa daripada Sultan Hasanuddin dan alurnya berbelit-belit karena ada sebagian hal yang sudah diceritakan diawal tetapi diceritakan lagi di bab lainnya. Sebaiknya kejadian diceritakan secara runtut agar pembaca mudah memahaminya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s